Mencuci tangan yang benar

“7 Langkah Mencuci Tangan yang Baik dan Benar”

download (8)

Bisakah Anda mencuci tangan? Anda pasti menjawab ‘Bisa!’, tapi bagaimana bila Anda diminta oleh buah hati anda untuk memberikan contoh cara mencuci tangan yang baik dan benar?. Saya yakin tidak semua pembaca blog ini akan memperagakan dengan penuh percaya diri, atau malah terkesan asal-asalan yang penting basah. Ya, begitulah kenyataannya. Hal yang kebanyakan orang dianggap sepele ternyata sebagian besar tidak mampu memperagakannya dengan baik dan benar, bahkan mungkin pihak yang berkecimpung di dunia kesehatan sendiri tidak mengetahuinya. 

Mencuci tangan memang hal kecil, tapi sama sekali bukan hal yang sepele. Bayangkan, seandainya putra-putri kesayangan anda setelah asik bermain dengan tangan yang belepotan kotoran, pergi ke meja makan dan langsung menyambar makanan yang ada. Dapat dipastikan tidak lama kemudian atau esok hari buah hati anda akan mengeluh perutnya sakit, badan panas, dan lain sebagainya, yang berati buah hati anda akan jatuh sakit. Tentu sebagai orang tua Anda tidak menginginkannya bukan?.
Dalam keseharian, kita tidak terlepas dari kegiatan cuci tangan, tapi seberapa yakinkah bahwa tangan anda bebas dan nantinya tidak akan terinfeksi oleh kuman? karena memang, terkadang kita jatuh sakit sementara sang dokter mengatakan infeksi bisa dari mana saja termasuk dari kebiasaan cuci tangan yang kurang tepat. 

Berikut akan di jelaskan bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar untuk meminimalkan kejadian infeksi kuman.

Mengapa Harus Mencuci Tangan ?

Ribuan bahkan jutaan kuman yang tidak kasat mata ada disekitar kita. Sadar atau tidak sadar, mau atau tidak mau, kita akan melakukan kontak atau bahkan impossible untuk terhindar samasekali (steril).

Karena itulah, kapan saja di saat kondisi badan lemah terutama anak-anak, sistem pertahan tubuh (immunitas) tidak mampu melawan keganasan (patogenitas) kuman-kuman yang masuk ke dalam tubuh tanpa kita sadari, baik melalui makanan dan minuman, setelah bekerja, bermain ataupun keluar dari kamar kecil. Yang pada akhirnya kita akan jatuh sakit.

Bagaimanakah Cara Mencuci Tangan?

Berikut adalah standar cuci tangan :

1. Basahi tangan setinggi pertengahan lengan bawah dengan air mengalir

 

2. Gunakan sabun di bagian telapak tangan yang telah basah

 

3. Digosok telapak tangan ke telapak tangan, sehingga menghasikan busa secukupnya selama 15-20 detik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4. Bilas kembali dengan air bersih

 

  
5. Tutup kran dengan siku atau tissu

 

6. Keringkan tangan dengan tissu / handuk kertas

 

7.  Hindarkan menyentuh benda disekitarnya setelah mencuci tangan.

 MARI MENCUCI TANGAN MEMAKAI SABUN…… >_<

 

Sanitasi dan Higiene

SANITASI DAN HIGIENI

images (4)

Tingkat sanitasi dan higiene yang tinggi diterapkan pada setiap aspek pembuatanobat. Ruang lingkup sanitasi dan higiene meliputi personalia, bangunan, peralatan dan perlengkapan, produksi serta wadahnya, dan setiap hal yang dapat merupakan sumber pencemaran produk. Sumber pencemaran hendaklah dihilangkan melalui suatu program sanitasi dan higiene yang menyeluruh dan terpadu.

a.    Personalia

1)      Semua karyawan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dan selama bekerja, dan pemeriksaan mata secara berkala.

2)      Semua karyawan menerapkan higiene perorangan yang baik .

3)      Tiap karyawan yang mengidap suatu penyakit yang dapat merugikan kualitas produk dilarang menangani bahan-bahan sampai sembuh kembali.

4)      Semua karyawan melaporkan keadaan yang dapat merugikan produk.

5)      Pemakaian sarung tangan untuk menghindari sentuhan langsung antara tangan dengan bahan dan produk.

6)      Karyawan menggunakan pakaian pelindung untuk keamanan sendiri.

7)      Hanya petugas yang berwenang yang boleh memasuki bangunan dan fasilitas daerah terbatas.

8)      Karyawan diinstruksikan agar mencuci tangan sebelum memasuki daerah produksi.

9)      Merokok, makan, dan minum dilarang di daerah produksi, laboratorium, dan daerah lain yang dapat merugikan produk.

10)   Prosedur perorangan diberlakukan bagi semua orang.

b.    Bangunan dan fasilitas

1)      Gedung dirancang dan dibangun dengan tepat untuk memudahkan pelaksanaan sanitasi yang baik.

2)      Toilet dengan ventilasi yang baik tersedia dengan cukup.

3)      Tempat penyimpanan pakaian memadai.

4)      Tempat pencucian diletakkan di luar daerah steril. Bila mungkin hendaknya dilengkapi dengan suatu sistem yang baik.

5)      Penyimpanan, penyiapan dan konsumsi makanan dibatasi di daerah khusus dan memenuhi standar kebersihan.

6)      Sampah tidak boleh dibiarkan menumpuk dan dikumpulkan di dalam wadah yang sesuai.

7)      Rodentisida, insektisida, bahan fumigasi, dan bahan pembersih tidak boleh mencemari peralatan dan bahan-bahan.

8)      Ada prosedur tertulis (SOP/Standart Operation Prosedure) yang menunjukkkan penanggungjawab sanitasi dan higiene.

c. Pembersihan dan Peralatan

1)      Peralatan dibersihkan, dijaga dan disimpan dalam kondisi yang bersih serta diperiksa kembali kebersihannya sebelum dipakai.

2)      Pembersihan dilakukan dengan cara vakum atau basah, dan sedapat mungkin dihindari pencemaran produk.

3)      Pembersihan dan penyimpanan alat dan bahan pembersih dilakukan dalam ruangan yang terpisah dari pengolahan.

4)      Prosedur yang tertulis untuk pembersih dan sanitasi dibuat  dipatuhi dan dilaksanakan.

5)      Catatan pembersihan, sanitasi, sterilisasi, dan inspeksi diri disimpan.

Validasi prosedur pembersihan dan sanitasi

Prosedur sanitasi dan higiene divalidasi dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan prosedur yang bersangkutan cukup efektif dan selalu memenuhi persyaratan.

Siklus Hidup Virus

download (6)

Fase reproduksi virus dibagi menjadi dua, yaitu :

1. Siklus Litik

Siklus litik atau daur litik merupakan siklus reproduksi

pada virus yang puncaknya ditandai dengan matinya

sel inang. Pada saat membran dinding sel inang pecah

atau lisis, virus-virus baru yang terbentuk di dalam sel

inang akan keluar dan siap untuk menginfeksi sel inang

yang baru. Siklus litik pada virus bakteriofage, dimulai

ketika ekor bakteriofage menancap pada bagian luar

permukaan sel E. coli. Selanjutnya, pembungkus ekor

akan masuk lebih dalam menembus membran sel.

Melalui ekor tersebut, virus menyuntikkan DNA virus

ke dalam sel E. coli. Sekali DNA virus masuk, sel E.coli

mulai mengartikan gen-gen virus. Salah satu gen pertama

yang diartikan oleh sel E. coli adalah gen untuk menghasilkan

enzim penghancur DNA sel E. coli sendiri.

7

Gambar 3. Fase reproduksi virus siklus litik.

Keterangan gambar:

a. Virus menempel pada bakteri.

b. Dinding sel bakteri dilarutkan oleh enzim dari virus.

Melalui lubang yang sudah dilarutkan oleh enzim virus

tersebut, DNA virus dimasukkan ke dalam bakteri.

Tahap ini disebut penetrasi.

c. DNA virus mengambil alih tugas DNA bakteri dan

menggunakan metabolik bakteri untuk menghasilkan

komponen-komponen virus, seperti kapsid, ekor,

serabut ekor, dan kepala. Setiap komponen fage

kemudian bersatu dalam proses pematangan.

Virus baru yang terbentuk dapat mencapai jumlah

200–1.000 virus.

d. Virus yang baru terbentuk mengeluarkan enzim

lisozimnya untuk menghancurkan dinding sel bakteri.

Setelah dinding bakteri hancur atau lisis, virus-virus

baru dapat keluar dan menyerang sel-sel bakteri lainnya.

Akhirnya, bakteri mengalami kematian. Virus yang telah

menginfeksi sel lain pun mengulangi siklus litiknya kembali.

Siklus litik yang menghasilkan virus-virus baru ini hanya

membutuhkan waktu lebih kurang 20 menit untuk setiap

siklusnya.

2. Siklus Lisogenik.

Pada siklus ini, dinding sel bakteri tidak akan segera lisis.

Pada siklus lisogenik, materi genetik virus diproduksi di

dalam sel bakteri tanpa menghancurkan inangnya. Tahap

awal dari siklus ini adalah virus bakteriofage menempel

pada dinding sel bakteri. Kemudian, melalui ekornya

disuntikkan DNA ke dalam sel bakteri. DNA virus

kemudian menyisip ke dalam DNA bakteri. DNA virus

ini bersifat laten (tidak aktif membelah) DNA baru

tersebut dinamakan profage. Profage kemudian

mengadakan replikasi. Apabila keadaan lingkungan

menguntungkan, profage akan memasuki tahap

selanjutnya, yakni siklus litik. Pada tahap tersebut,

terjadi biosintesis yang diakhiri dengan pembentukan

dan pelepasan virus-virus baru.

Picture1

Gambar 4. Fase reproduksi virus siklus lisogenik

Keterangan gambar :

a. Virus hidup pada tempat yang spesifik pada

permukaan tubuh sel bakteri. Setelah melisiskan

dinding sel, virus melakukan penetrasi materi

genetik DNA ke dalam tubuh bakteri.

b. DNA kemudian menyisip ke dalam DNA bakteri

dan membentuk profage.

c. Jika bakteri membelah diri, profage ikut membelah

sehingga anakan sel bakteri pun mengandung profage.

Hal ini berlangsung terus-menerus sehingga jumlah

bakteri yang mengandung profage menjadi amat

banyak. Jika keadaan lingkungan mendukung,

virus akan mengalami pematangan sehingga

memasuki keadaan litik.

d. Virus-virus baru pun dibentuk dan siap menyerang

sel-sel lainnya.

Klasifikasi Obat Antivirus

download (5)

Antivirus juga dibagi dalam dua bagian besar,

yaitu antinonretrovirus dan antiretrovirus.

Klasifikasi obat antivirus tersebut adalah sebagai berikut :

1. Antinonretrovirus

a. Antivirus untuk herpes. 

1) Asiklovir.

2) Valasiklovir.

3) Gansiklovir.

4) Valgansiklovir.

5) Pensiklovir.

6) Famsiklovir.

7) Foskarnet.

8) Idoksuridin.

9) Trifluridin.

10) Brivudin.

11) Sidofovir.

12) Fomivirsen.

b. Antivirus untuk influenza.

1) Amantadin dan Rimantadin.

2) Inhibitor neuraminidase (Oseltamivir, Zanamivir).

3) Ribavirin.

c. Antivirus untuk HBV dan HCV.

1) Lamivudin.

2) Adefovir.

3) Entekavir.

4) Interferon.

2. Antiretrovirus

diagram

a. Nucleosida reverse transcriptase 

inhibitor (NRTI).

1) Zidovudin.

2) Didanosin.

3) Zalsitabin.

4) Stavudin.

5) Lamivudin.

6) Emtrisitabin.

7) Abakavir.

b. Nucleotide reverse transcriptase 

inhibitor (NtRTI).

1) Tenofovir disoproksil.

c. Non-nucleoside reverse transcriptase 

inhibitor (NNRTI) : 

1) Nevirapin.

2) Delavirdin.

3) Efavirenz.

d. Protease inhibitor (PI).

1) Sakuinavir.

2) Ritonavir.

3) Indinavir.

4) Nelfinavir.

5) Amprenavir.

6) Lopinavir.

7) Atazanavir.

e. Viral entry inhibitor.

1) Enfuvirtid.

Berdasarkan struktur kimianya obat antivirus

dibagi menjadi tiga kelompok yaitu turunan

adamantan amin, anlog nukleosida dan turunan

interferon. Klasifikasi obatnya adalah sebagai berikut :

1. Turunan Adamantan Amin

a. Amantadin HCl

g-23

b. Tromantadin HCl

c. Metisoprinol

2. Analog Nukleosida

a. Zidovudin

b. Asiklovir

c. Gansiklovir Na

d. Valasiklovir HCl

e. Idoksuridin

f. Ribavirin

g. Vidarabin

h. Didanosin

i. Ritonavir

j. Lamivudin

k. Stavudin

3. Turunan Interferon

a. Interferon alfa-n1

b. Interferon alfa-2a

c. Interferon alfa-2b

Virus dan Antivirus

1. Sejarah

D. Iwanowsky (1892) dan M. Beyerinck (1899)

adalah ilmuwan yang menemukan virus,

 sewaktu keduanya meneliti penyakit mozaik

daun tembakau. Kemudian W.M. Stanley (1935)

 seorang ilmuwan Amerika berhasil mengkristalkan

virus penyebab penyakit mozaik daun tembakau (virus TVM).

Tubuh virus tersusun dari asam nukleat, asam deoksiribonukleat (DNA),

dan asam ribonukleat (RNA) yang dibungkus oleh selubung

protein yang disebut kapsid. Virus hanya dapat berkembang

biak (bereplikasi) pada medium yang hidup (embrio, jaringan hewan,

jaringan tumbuhan). Bahan-bahan yang diperlukan untuk membentuk

bagian tubuh virus baru, berasal dari sitoplasma sel yang diinfeksi.

 images (3)

Gambar 1. Struktur tubuh virus

Virus mempunyai macam – macam bentuk,yaitu :

a. Batang,

b. bola atau bulat,

c. peluru,

d. huruf T seperti pada virus bakteriofage.

 download (3)

Gambar 2. Macam – macam bentuk tubuh virus

Selain merugikan, virus juga mempunyai beberapa manfaat

bagi manusia. Salah satu manfaat tersebut antara lain adalah :

a. Membuat antitoksin

b. Melemahkan bakteri

c. Memproduksi vaksin

Vaksin berasal dari virus yang dilemahkan. Vaksin tersebut

disuntikkan ke tubuh manusia dan menyebabkan tubuh

memproduksi antibodi . Vaksin tersebut merangsang pembentukan

sistem kekebalan tubuh dan tidak membahayakan tubuh.

Selain itu, virus dapat digunakan untuk membasmi hama

secara biologis. Selama bertahun – tahun terdapat anggapan

bahwa sangatlah sulit untuk mendapatkan kemoterapi antivirus

dengan selektivitas yang tinggi. Siklus replikasi virus yang

dianggap sangat mirip dengan metabolisme normal manusia

menyebabkan setiap usaha untuk menekan reproduksi virus

juga dapat membahayakan sel yang terinfeksi.

Bersamaan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan

pengertian yang lebih dalam mengenai tahap – tahap spesifik

dalam replikasi virus sebagai target kemoterapi antivirus,

semakin jelas bahwa kemoterapi pada infeksi virus dapat

ditekan dengan efek yang minimal pada sel hospes.

1. Definisi

a. Virus

Virus (dalam bahasa latin dan sansekerta : visham = racun)

merupakan mikroorganisme hidup yang terkecil, dengan ukuran

antara 20 dan 300 mikron. Di luar tubuh manusia kerap kali virus

berbentuk seperti Kristal tanpa adanya tanda kehidupan, sangat

tangguh yaitu tahan asam dan basa, serta tahan terhadap suhu

sangat rendah dan sangat tinggi. Ketika keadaan sekitarnya baik,

seperti di dalam tubuh manusia atau hewan, Kristal tersebut hidup

kembali dan memperbanyak diri. Virus adalah parasit dalam sel,

sktrukturnya terdiri dari ADN atau ARN dan lapisan protein,

dengan membran terluar terbentuk dari sakarida, lemak dan protein.

b. Antivirus

Antivirus adalah senyawa yang digunakan untuk pengobatan

dan pencegahan penyakit yang disebabkan oleh virus.